Minggu, 27 September 2015

Detik-Detik Supermoon `Langka` di Langit Dunia

Liputan6.com, London - Bumi belahan utara menyambut Supermoon langka yang hanya terjadi 33 tahun sekali dengan gembira. Langka karena Bulan mengalami dua fenomena, yaitu Supermoon atau saat Bulan tampak lebih besar 14 persen dan 30 persen lebih terang sekaligus Gerhana Bulan.

Di Inggris, sebagian besar wilayah bisa melihat dengan jernih fenomena ini. Supermoon diawali dengan Bulan Purnama yang bulat terang.

Di Kilkenny, Inggris, salah satu akun Twitter berhasil menangkap bulan Purnama dengan jelas tepat pukul 23.10 waktu setempat.

#Supermoon over Kilkenny pic.twitter.com/qHHRF5qYwC

— Ray Brophy (@raybrph23) September 27, 2015
Tepat dini hari, Senin 28 September, akun David Hartley membagi foto-foto Bulan di atas langit Brandford yang perlahan-lahan berubah menjadi Supermoon, dan warnanya mulai oranye hingga kemerahan.

 

#Supermoon earlier this evening over Bradford. Love the orange colour! #astronomy #moon pic.twitter.com/Bnj3RbO6hg

— David Hartley (@DavidHartley62) September 27, 2015
Tepat pukul 01.10 waktu Mesir, Gerhana Bulan Supermoon dimulai. Akun Hala Safwat di Mesir berhasil memotret permulaan Gerhana Bulan Supermoon. Sebuah fenomena yang luar biasa langka.

#Supermoon eclipse just has started #Egypt #SuperBloodMoon pic.twitter.com/Kiak4bXVCg

— Hala Safwat (@HalaLoCa) September 28, 2015
 

Pukul 2.35 waktu Kanada, Bulan tiga per empat 'tertangkap' dengan indah di Kanada.

#supermoon rising Mountsin time pic.twitter.com/K8DyBeJeHl

— Jon Williams (@nerdstitute) September 28, 2015
Akun Rick Haslam di Lincoln, Inggris juga mengirimkan Gerhana Bulan pada pukul 2.50 waktu setempat.

#SuperBloodMoon #Supermoon #LunarEclipse 2015 pic.twitter.com/fkAUXvSwn4

— Rick Haslam (@Rick_Haslam) September 28, 2015

Pukul 03.00 tepat di Arizona, Gerhana Bulan Supermoon nyaris sempurna.

View of the #supermoon as the #lunareclipse begins over the #SuperstitionMountain in #GoldCanyon. #12news #azwx pic.twitter.com/Gt457EX508

— Matthew Pace (@DrMatt12News) September 28, 2015
Koresponden Telegraph, Harriet Alexander di New York melaporkan bahwa orang-orang berkumpul di jalan-jalanan Manhattan berdiri dan melihat ke langit.

"Saya berada di luar sebuah kafe Meksiko. Semua pengunjung beramai-ramai menikmati fenomena langka ini, tak terkecuali para pelayannya," kata Harriet Alexander, Senin (28/9/2015).

"Salah seorang pria menjelaskan konsep supermoon langka dalam bahasa Spanyol ke rekannya. Sementara di sisi saya, seseorang menelpon ibunya di Meksiko berkata, 'Bulannya sungguh cantik,'" ujar Alexander.

Sebuah mobil jip mengendarai pelan-pelan kendaraannya ditengah kerumunan orang-orang, dan supirnya membuka jendela sambil berteriak, "Gerhana Bulan! Yeah!" cerita Alexander.

Fenomena langka sejauh ini hanya terjadi 5 kali semenjak 1900. Pertama kali terjadi pada tahun 1910, 1928, 1946, dan 1982, serta 2015. Kombinasi duo Gerhana Bulan-Supermoon akan terjadi lagi pada 2033. (Rie/Mut)

Sumber. http://m.liputan6.com/news/read/2327353/detik-detik-supermoon-langka-di-langit-dunia
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dubes Gurjit Singh: Roket India Siap Orbitkan Satelit Buatan RI

Liputan6.com, Jakarta - Selasa, 5 November 2013, India membuat dunia tercengang. Negara yang tak diperhitungkan dalam teknologi antariksa itu berhasil meluncurkan satelit ke Mars.

Satelit robotik Mangalyaan atau Mars Orbiter Mission (MOM) tiba di Planet Merah pada Rabu, 24 September 2014 pukul 07.41, hanya berselang dua hari setelah wahana milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Maven sampai ke Mars.

Dengan pencapaian itu, India menjadi yang keempat di dunia, setelah AS, Rusia, dan Eropa yang sukses melakukan misi ke Mars.

Hebatnya, semua itu dilakukan dengan dana minim, lebih rendah daripada pembuatan film Hollywood, Gravity. Biaya total yang dikeluarkan India untuk misi besar ini adalah 4,5 miliar rupee atau US$ 74 juta.

India juga menjadi negara pertama yang sukses di upayanya yang pertama. Sekali coba langsung tembus ke Planet Merah!

"Kami ingin menunjukkan, apa yang kami sebut sebagai teknologi efektif berbiaya rendah, yang dapat membawa Anda ke luar angkasa," kata Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh dalam program "The Ambassador".

Selain ke Mars, India juga telah meluncurkan misi Chandrayaan ke Bulan. Apakah Indonesia bisa menyusul keberhasilan India di bidang antariksa?

Menjawab pertanyaan itu, Dubes Singh mengaku yakin. "Saya selalu percaya apa yang bisa dilakukan India bisa juga dilakukan Indonesia, karena kita adalah partner," tutur dia.

Dubes India menambahkan, pihaknya juga siap meluncurkan satelit mikro buatan Indonesia ke angkasa luar. "Pada akhir bulan ini," kata dia. "Kita punya perjanjian terkait ilmu pengetahuan dan luar angkasa."


India akan luncurkan satelit buatan Indonesia Lapan A2/Orari (Lapan)
Satelit Lapan A2/Orari rencananya akan digendong roket milik India, dan rencananya bakal meluncur ke luar Bumi pada 27 September 2015.

Satelit yang memiliki berat 78 kilogram tersebut dilepas ke India oleh Presiden Joko Widodo pada 3 September 2015.

Yang membanggakan, Lapan A2/Orari adalah satelit pertama yang murni dibuat secara mandiri oleh ahli Indonesia, tanpa bantuan asing.

Masala Bumbu

Selain soal kerja sama antariksa, Dubes Gurjit Singh juga menekankan arti penting hubungan India dan Indonesia yang telah terjalin lama. " Kita bukan hanya dua negara, namun dua negara dengan sejarah persahabatan, persaudaraan, yang tak pernah tercederai konflik," kata dia.


Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh saat wawancara khusus bersama Tim Liputan6.com di Kedubes India di Jakarta, Rabu (16/9/2015). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Untuk memperkuat persahabatan kedua bangsa, Dubes Singh mencetuskan ide pembuatan buku. Pertama, komik tentang hubungan Indonesia yang ditujukan pada generasi muda.

Yang kedua diberi judul Masala Bumbu. Sekilas, buku itu mirip kumpulan resep. Gambar merica, pala, cabai, kayu manis, cengkih, dan daun salam menghiasi sampulnya.

"'Masala' adalah bahasa India untuk 'bumbu'. "India dan Indonesia punya banyak kesamaan," kata Dubes Singh.

Saksikan tayangan video wawancara "The Ambassador" dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh. Ada kejutan kecil dari Pak Dubes di akhir tayangan.

(Ein/Ans/Sar)

Sumber. http://m.liputan6.com/news/read/2326100/dubes-gurjit-singh-roket-india-siap-orbitkan-satelit-buatan-ri
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dubes Gurjit Singh: Roket India Siap Orbitkan Satelit Buatan RI

HomeNewsWawancara Khusus
Dubes Gurjit Singh: Roket India Siap Orbitkan Satelit Buatan RI
By Farhannisa NasutionAndreas Gerry Tuwo on 26 Sep 2015 at 05:23 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Selasa, 5 November 2013, India membuat dunia tercengang. Negara yang tak diperhitungkan dalam teknologi antariksa itu berhasil meluncurkan satelit ke Mars.

Satelit robotik Mangalyaan atau Mars Orbiter Mission (MOM) tiba di Planet Merah pada Rabu, 24 September 2014 pukul 07.41, hanya berselang dua hari setelah wahana milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Maven sampai ke Mars.

Dengan pencapaian itu, India menjadi yang keempat di dunia, setelah AS, Rusia, dan Eropa yang sukses melakukan misi ke Mars.

Hebatnya, semua itu dilakukan dengan dana minim, lebih rendah daripada pembuatan film Hollywood, Gravity. Biaya total yang dikeluarkan India untuk misi besar ini adalah 4,5 miliar rupee atau US$ 74 juta.

India juga menjadi negara pertama yang sukses di upayanya yang pertama. Sekali coba langsung tembus ke Planet Merah!

"Kami ingin menunjukkan, apa yang kami sebut sebagai teknologi efektif berbiaya rendah, yang dapat membawa Anda ke luar angkasa," kata Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh dalam program "The Ambassador".

Selain ke Mars, India juga telah meluncurkan misi Chandrayaan ke Bulan. Apakah Indonesia bisa menyusul keberhasilan India di bidang antariksa?

Menjawab pertanyaan itu, Dubes Singh mengaku yakin. "Saya selalu percaya apa yang bisa dilakukan India bisa juga dilakukan Indonesia, karena kita adalah partner," tutur dia.

Dubes India menambahkan, pihaknya juga siap meluncurkan satelit mikro buatan Indonesia ke angkasa luar. "Pada akhir bulan ini," kata dia. "Kita punya perjanjian terkait ilmu pengetahuan dan luar angkasa."


India akan luncurkan satelit buatan Indonesia Lapan A2/Orari (Lapan)
Satelit Lapan A2/Orari rencananya akan digendong roket milik India, dan rencananya bakal meluncur ke luar Bumi pada 27 September 2015.

Satelit yang memiliki berat 78 kilogram tersebut dilepas ke India oleh Presiden Joko Widodo pada 3 September 2015.

Yang membanggakan, Lapan A2/Orari adalah satelit pertama yang murni dibuat secara mandiri oleh ahli Indonesia, tanpa bantuan asing.

Masala Bumbu

Selain soal kerja sama antariksa, Dubes Gurjit Singh juga menekankan arti penting hubungan India dan Indonesia yang telah terjalin lama. " Kita bukan hanya dua negara, namun dua negara dengan sejarah persahabatan, persaudaraan, yang tak pernah tercederai konflik," kata dia.


Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh saat wawancara khusus bersama Tim Liputan6.com di Kedubes India di Jakarta, Rabu (16/9/2015). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Untuk memperkuat persahabatan kedua bangsa, Dubes Singh mencetuskan ide pembuatan buku. Pertama, komik tentang hubungan Indonesia yang ditujukan pada generasi muda.

Yang kedua diberi judul Masala Bumbu. Sekilas, buku itu mirip kumpulan resep. Gambar merica, pala, cabai, kayu manis, cengkih, dan daun salam menghiasi sampulnya.

"'Masala' adalah bahasa India untuk 'bumbu'. "India dan Indonesia punya banyak kesamaan," kata Dubes Singh.

Saksikan tayangan video wawancara "The Ambassador" dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh. Ada kejutan kecil dari Pak Dubes di akhir tayangan.

(Ein/Ans/Sar)


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Disebut Oportunis, Penulis Skenario `Steve Jobs` Serang Tim Cook

Liputan6.com, Jakarta - Penulis skenario film biopik "Steve Jobs", Aaron Sorkin, berseteru dengan Chief Executive Officer (CEO) Apple, Tim Cook. Sorkin tak terima dengan komentar negatif Cook terhadap orang-orang yang terlibat dalam film mengenai mantan bosnya itu.

Cook dalam acara Late Show beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa dia tidak tertarik dengan film baru tersebut. Bukan hanya film yang jalan ceritanya ditulis oleh Sorkin, tapi semua film yang dibuat mengenai Jobs. Bahkan ia mengakui tidak pernah menonton film mengenai salah satu pendiri Apple tersebut.

Cook pun tak segan menyebut orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film mengenai Jobs sebagai oportunis. Nah, pernyataan Cook inilah yang menyulut emosi Sorkin.

Sorkin mengatakan, tidak ada satu orang pun yang terlibat dalam produksi "Steve Jobs" ingin mendulang kekayaan dari film tersebut. Menurutnya, Cook seharusnya menonton film terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian terhadap film bersangkutan.

Tak hanya itu, penulis skenario "The Social Network" itu juga tak segan menyerang balik Cook dengan menyebut Apple sebagai oportunis.

"Jika Anda memiliki sebuah pabrik yang mempekerjakan anak-anak dengan bayaran 17 sen per jam, Anda memiliki banyak keberanian untuk menyebut orang lain oportunis," kata Sorkin, seperti dilansir Phone Arena, Senin (28/9/2015).

Kendati Cook mengkritik, orang-orang yang telah melihat preview film tersebut dilaporkan memberikan respon positif. Film "Steve Jobs" akan tayang di Amerika Serikat (AS) pada 9 Oktober 2015.

Film yang disutradari oleh Danny Boyle tersebut dibintangi oleh Michael Fassbender sebagai Jobs dan Seth Rogen sebagai Steve Wozniak.

(din/isk)

Sumber. http://m.liputan6.com/tekno/read/2326317/disebut-oportunis-penulis-skenario-steve-jobs-serang-tim-cook

Powered by Telkomsel BlackBerry®