Kamis, 17 September 2015

Studi: Buah-buah Hijau Simpan Senyawa yang Mampu Menambah Kekuatan Otot

Jeems Suryadi - detikHealth

Iowa - Kekuatan otot akan semakin melemah seiring dengan bertambahnya usia. Tapi riset baru menemukan ada cara untuk mengatasinya yaitu dengan buah-buahan hijau.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Biological Chemistry, University of Iowa, menyebut ada senyawa dalam buah apel hijau dan tomat hijau yang dapat berpotensi menjadi suplemen dan obat-obatan untuk mengatasi pelemahan otot.

Pelemahan otot atau bisa disebut juga atrofi otot disebut sebagai masalah terbesar bagi mereka yang berusia lanjut karena bisa mengganggu kualitas hidup. Fisik yang melemah dan stamina yang hilang pada akhirnya akan membatasi aktifitas fisik.

Salah satu peneliti, Christopher Adams, MD, PhD, mengatakan asam ursolat di dalam kulit apel dan senyawa tomatidine di kulit tomat hijau dapat mencegah proses kehilangan kekuatan otot dengan mematikan protein yang bermasalah yaitu ATF4.

Protein ATF4 dilaporkan sebagai protein yang mengubah pembentukan gen yang membuat kekuatan otot individu orang berusia tua menjadi menyusut. Peneliti percaya bahwa dengan mematikan ATF4, proses atrofi otot yang berkaitan dengan penuaan mungkin dapat dihentikan.

Baca juga: 7 Makanan untuk Perkuat Otot Pria

Tes pada tikus laboratorium menunjukkan bahwa tikus tua dengan atrofi otot yang diberi makan asam ursolat dan tomatidine selama dua bulan punya massa otot 10 persen lebih banyak dibanding tikus yang tak diberi suplemen. Selain itu kualitas atau kekuatan otot tikus juga dilaporkan 30 persen lebih baik.

"Dari hasil ini, asam ursolat dan tomatidine sepertinya punya banyak potensi untuk menjadi alat melawan pelemahan otot dan atrofi selama penuaan," kata Adams seperti dikutip dari situs resmi universitas, now.uiowa.edu, pada Kamis (167/9/2015).

Menurut WebMD, otot terus tumbuh lebih besar dan kuat hingga sekitar usia 30, dan akan berkurang kekuatan ototnya sebanyak 3 sampai 5 persen setiap 10 tahun. Setelah usia 75, penyusutan cenderung lebih cepat.

Peneliti berencana untuk melakukan uji coba penelitian kepada manusia, yang diharapkan dapat berpotensi ke arah terciptanya suplemen atau obat-obatan untuk memperkuat otot.

Sumber. http://m.detik.com/health/read/2015/09/17/190500/3022013/763/studi-buah-buah-hijau-simpan-senyawa-yang-mampu-menambah-kekuatan-otot


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Marore, Pulau Terdepan Bukan Terluar Indonesia

Kenapa saya bilang bukan pulau terluar? Pulau yang berbatasan langsung dengan negara Filipina ini rasanya kurang pantas saja kalo dibilang pulau terluar, itu terkesan mereka tidak diperhatikan atau tidak jadi bagian negara ini. Karenanya sebutan pulau terdepan lebih baik untuk menggambarkan posisi mereka sebagai halaman depan negara ini. Apalagi kalo negara tetangga mau merusak keutuhan negara kita tentulah akan segan kalau lihat pulau terdepannya saja kita jaga. Pulau yang berada di Provinsi Sulawesi Utara ini masuk pulau terdepan sama seperti Pulau Miangas.

Pusat pemerintahan di Kecamatan Marore ini ada di Kabupaten Sangihe dengan Tahuna sebagai ibu kotanya. Jaraknya lumayan jauh sekitar 87 mil, kalo mau di jadiin km itung sendiri ajalah. Waktu tempuh menggunakan kapal perintis bisa sampai 5-8 jam, kenapa lama ya? Yaa itu karena kapal perintis melayani semua pulau di sekitar sini jadi ya mampir mampirlah tuh kapal, kalo bahasa angkotnya ngetem.

Nah sedangkan untuk menuju ke Pulau Sarangani di Filipina hanya membutuhkan waktu 2-4 jam, jaraknya pun hanya 40 mil. Pulau yang tidak terlalu besar ini dihuni sekitar 600 jiwa dengan 130 kepala keluarga. Warga di sini kebanyakan berprofesi sebagai nelayan dan berkebun seperti kelapa, buah pala dan cengkih. Kebayangkan gimana keadaan disini, mereka harus mempertahannya pulau ini dengan godaan produk produk di Filipina yg lebih mudah di dapat.

Namun yang saya salut kepada warga disini masih menggunakan produk Indonesia, terlebih untuk kebutuhan pokoknya. Seperti sayur masih diperoleh dari Manado dengan menaiki kapal perintis yang hanya 2 minggu sekali datangnya, pastinya harganya pun melambung tinggi. Sedangkan untuk kebutuhan seperti telur, beras, mie sudah bisa di dapat di pulau Sangihe. Soal ikan nah jangan ditanya disini banyak ikannya gede murah pula. Dan sering di olah menjadi ikan asin.

Mungkin karna keseringan makan ikan asin itu jadi penyakit yang sering muncul darah tinggi (hypertensi) kebanyakan makan garam si. Disini juga banyak yang sakit katarak, yang disebabkan pantulan sinar matahari langsung yang memantul mengenai mata, untuk lebih jelasnya lagi si coba tanya dokter mata aja kenapa bisa kaya gitu.

Di sini ada satu Puskesmas untuk melayani tiga desa yaitu Marore, Kawio dan Matutuang. Terdapat satu dokter umum yang bernama dr. Fransisca atau panggilan akrabnya Nodok (Nona dokter) karena belom menikah jadi dipanggil Nona, ayoo siapa yang mau jadi suaminya Nodok.

Yang pasti pulau ini indah dengan ombak besar dari Samudra Pasifik, dan air birunya itu loh belom saya temukan di tempat lain. Ini hasil yang saya dapat ketika di Pulau Marore.





Sumber. http://voyagersjourney.blogspot.co.id/2015/09/pulau-marore-pulau-terdepan-bukan.html